Logo SantriDigital

bahaya LGBT pada masa ini

Khutbah Jumat
H
Henny Purnianto
1 Mei 2026 4 menit baca 0 views

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، ...

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، حَبِيبِنَا أَبِي الْقَاسِمِ مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ. Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah... Jemaah yang berbahagia, hari ini ruhani kita dipanggil untuk merenung. Kita berkumpul di hadapan Allah subhanahu wa ta'ala, dalam kesadaran penuh akan kebesaran-Nya dan kerapuhan diri kita. Setiap helaan napas adalah bukti kasih sayang-Nya yang tiada tara. Namun, di tengah pesatnya zaman, di mana dunia semakin terasa sempit, cobaan dan ujian datang silih berganti, menembus benteng akidah dan moralitas kita. Salah satu ujian terbesar yang sedang kita hadapi di masa kini adalah maraknya dekadensi moral yang mengancam fitrah manusia, termasuk fenomena yang lazim disebut sebagai LGBT. Kita diperintahkan oleh Allah untuk senantiasa menjaga diri, menjaga keluarga, dan menjaga masyarakat dari segala sesuatu yang dapat merusak keharmonisan yang telah digariskan-Nya. Allah berfirman dalam Al-Qur'anul Kariim: وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Israa’: 32) Ayat ini secara tegas melarang zina, suatu perbuatan yang dipandang keji dan buruk dalam pandangan Allah. Namun, dalam konteks fenomena LGBT, ia membawa bentuk penyimpangan hubungan yang melampaui batas zina yang telah dikecam. Ini adalah penyimpangan terhadap tatanan alamiah yang telah Allah ciptakan untuk kelestarian umat manusia. Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam dalam banyak haditsnya telah mengingatkan kita tentang bahaya perbuatan keji ini. Beliau bersabda: لَعَنَ اللهُ مَنْ فَعَلَ فِعْلَ قَوْمِ لُوطٍ “Allah melaknat orang yang melakukan perbuatan kaum Luth.” (HR. An-Nasa’i) Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah... Kalian adalah mukmin yang beriman, yang memahami bahwa setiap perintah dan larangan Allah memiliki hikmah yang mendalam. Kisah kaum Luth adalah pelajaran berharga bagi kita. Mereka telah melakukan dosa yang sangat besar, menyalahi kodrat penciptaan alam bahkan menyalahi akal sehat. Allah menurunkan azab yang dahsyat kepada mereka sebagai peringatan bagi seluruh umat manusia. Allah berfirman: فَلَمَّا جَاءَ أَمْرُنَا جَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهَا حِجَارَةً مِنْ سِجِّيلٍ مَنْضُودٍ “Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu terbalik, dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang keras.” (QS. Hud: 82) Lihatlah, azab itu begitu mengerikan. Bukan hanya sekedar perbuatan terlarang, tetapi juga sebuah pemberontakan terhadap fitrah yang telah Allah tanamkan dalam diri setiap hamba-Nya. Apa yang menyebakan mereka mencapai titik itu? Adalah pengabaian terhadap peringatan, tenggelam dalam hawa nafsu tanpa kendali, dan semakin jauhnya hati dari dzikir kepada Allah. Keadaan ini, jemaah sekalian, juga mengancam peradaban kita di masa kini jika kita tidak bersegera mengambil langkah. Ingatlah, wahai saudara-saudaraku, bahwa Allah Maha Mencintai dan Maha Pengasih. Dia tidak menghendaki kehancuran hamba-Nya. Namun, Dia juga Maha Adil. Ketika hamba-Nya terus menerus melampaui batas, menolak kebenaran, dan bergelimang dalam dosa, maka murka-Nya bisa saja menimpa. Di akhir zaman, banyak fitnah yang akan datang, salah satunya adalah penyimpangan seksual ini. Ini adalah ujian yang akan memisahkan antara orang yang benar-benar beriman dan yang imannya lemah. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda tentang ciri akhir zaman: وَيَظْهَرُ الْفُحْشُ وَالتَّقَاطُعُ وَيَظْهَرُ قَطِيعَةُ الرَّحِمِ وَيُسَاءُ إِلَى الْجَارِ “Dan akan tampaklah perbuatan keji dan silaturahmi diputuskan serta tetangga dizalimi.” (HR. At-Tirmidzi) Penyimpangan ini adalah bentuk kerusakan tatanan sosial, merusak hubungan keluarga yang suci, dan mendatangkan murka Tuhan. Ketika kita melihat fenomena ini semakin marak, hati kita seharusnya tergugah bukan hanya untuk membenci pelakunya, tetapi yang terpenting adalah untuk mengkhawatirkan diri kita sendiri, keluarga kita, dan masyarakat kita. Kita harus sadar, ini adalah ancaman nyata bagi generasi penerus kita. Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah... Apa yang harus kita lakukan? Pertama, tingkatkan keimanan kita. Perkuat hubungan kita dengan Allah melalui ibadah, dzikir, dan tilawah Al-Qur’an. Jauhkan hati kita dari kemaksiatan. Kedua, jaga lisan dan pandangan kita. Hindari segala sesuatu yang dapat memicu dorongan untuk melakukan maksiat. Ketiga, didik anak-anak kita dengan nilai-nilai agama yang kokoh. Berikan mereka pemahaman yang benar tentang fitrah manusia dan bahaya penyimpangan yang ada. Keempat, berikan nasihat dengan bijak kepada siapa saja yang terlihat condong kepada kesesatan. Ingat, tugas kita adalah menegakkan amar ma'ruf nahi munkar, namun dengan cara yang diridhai Allah, bukan dengan kebencian yang sia-sia. Marilah kita renungkan, betapa besarnya rahmat Allah yang masih menyelimuti kita. Betapa agungnya keampunan-Nya jika kita bersegera bertaubat. Jangan sampai kita terlena dalam kenikmatan dunia sesaat, sehingga kita melupakan persiapan untuk alam akhirat yang kekal. Pintu taubat selalu terbuka. Allah Maha Mendengar, Maha Penyayang. Sekaranglah saatnya, jemaah sekalian, untuk kembali kepada pelukan rahmat Allah. Mari kita bersihkan hati kita dari segala noda kemaksiatan. Mari kita perkuat tekad untuk menjaga kemurnian fitrah yang telah Allah anugerahkan. Semoga Allah subhanahu wa ta'ala melindungi kita, keluarga kita, dan seluruh kaum muslimin dari segala macam fitnah. Bَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →